Seorang pembaca bisa saja lebih "fasih" dalam mengkaji objek (penelitian)-nya dari pada si empunya (baca: pengarangnya).

Andai Si Kaya Sudi Menunda Pesta

'Nasib' begitu jual mahal kepada kita, dan begitu murah hati kepada berpuluh juta saudara kita yang membayar harga kebahagiaan cukup dengan sepersepuluh satu bahkan seperduapuluh dari yang kita bayarkan..

Sementara seorang tukang becak bersedia berjalan telanjang keliling pasar untuk memperoleh 5.000 rupiah karena butuh biaya buat kelahiran anaknya..

Apa yang kita tumpuk..?!

Mr. Dollar atau Pak Rupiah pun merasa repot dan terganggu-gugat hasil keringatnya oleh The Ascending stairway (70) : 24-25.

Adalah Kehendak Menciptakan Ada...

Diri : "Apa kau menangis saat lahir?"

Aku : "Ya dan bukan tahu..."

Diri : "Kenapa aku menangis?"

Aku : "Sejak dari kapan tahu, entah..."

Diri : "Kalau begitu bertanyalah kepada 'Siapa'!"

Aku : "Usah, aku ingin larut dalam doa....."

Diri : "Kepada 'Siapa'?"

Antara Konsep Agama dan Realita Budaya

Sebagai penyampai risalah, Nabi Muhammad ditugaskan menyempurnakan budaya umatnya. Beliau berusaha menebarkan rahmat (kasih sayang) yang menjadi satu-satunya tujuan kerasulan. Allah Swt berfirman:

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS al-Anbiya [21]:107)

Catur Piwulang Sunan Drajat


"Menehono teken marang wong kang wuto
menehono mangan marang wong kang luwe
menehono busono marang wong kang wudo
menehono ngiyup marang wong kang kudanan
."

Terjemahan:
Berikanlah tongkat kepada orang yang buta..
Berikanlah makanan kepada orang yang lapar..
Berikanlah pakaian kepada orang yang telanjang..
Berikanlah tempat berteduh kepada orang yang kehujanan..

Mohammad Hatta (1902-1980)


Mohammad Hatta, wakil presiden Republik Indonesia yang pertama, dilahirkan di Bukit Tinggi pada 12 Agustus 1902 di sebuah rumah kayu tingkat dua. Rumah itu menghadap ke jalan raya Bukittinggi, Payakumbuh. Di dekatnya terdapat sebuah tebat ikan di tanah seluas 800 persegi. Dalam memoarnya, Hatta melukiskan peran kolam ikan kaliuh itu bagi masa depannya: “Ikan di tebat itu menimbulkan hubungan yang baik antara kakekku, Iyas, gelar Baginda Marah, dengan orang Belanda yang berkuasa di Bukittinggi. Sewaktu-waktu mereka dikirimi ikan dari situ dan sebaliknya pada Hari Raya Idul Fitri mereka mengirimkan cerutu Belanda yang kesohor kepada Beliau. Perhubungan yang baik itu membukakan jalan bagiku untuk masuk sekolah Belanda.”

Ar Yu ReDEY..?!